Cara Budidaya Burung Kenari

Cara budidaya burung kenari
Pada kesempatan ini penulis akan membahas budidaya burung kenari. Seperti pada artikel artikel sebelumnya, penulis pernah membahas tentang syarat syarat dalam berternak burung kenari. Pada artikel ini adalah lanjutan dari syarat syarat dalam berternak. Karena setelah memenuhi syarat syaratnya, maka langkah yang selanjutnya adalah cara membudidayakan. Baiklah penulis akan menulis satu persatu, sejelas jelasnya. 
  1. Pakan burung kenari adalah campuran dari berbagai biji bijian seperti, milet putih, milet merah, canary seed, juwawut, biji oat atau haver, biji lobak, biji sawi, chia seed, niger seed atau biji selada, dan linseed. Sedangkan biji hennep atau biji fumayin adalah makanan tambahan untuk burung kenari. Biji fumayin sangat jarang ada di indonesia, sebab biji fumayin adalah termasuk narkotika golongan 1, dikarenakan sudah diatur UU Narkotika 2009, sehingga biji ini sulit ditemukan. Jika ada yang beredar di Indonesia, biji tersebut sudah diracik menjadi makanan burung. Sedangkan makanan penunjang yaitu sawi. Makanan EF untuk burung kenari adalah telur burung puyuh. Telur puyuh bisa di gantikan dengan telur yang lain, tapi ingat jangan dikasih telur asin yaaa.... Tapi kebanyakan penghobi memelihara burung kenari memberi telur burung puyuh, sebab burung puyuh mempunyai nilai gizi dan protein yang sangat tinggi, sehingga burung kenari mempunyai stamina yang fit.
  2. Kandang untuk berternak burung kenari yaitu panjang 55cm, lebar 40cm dan tinggi 40cm. Dengan kandang ukuran ini bisa di isi sepasang burung kenari. Pejantan burung kenari bisa di jodohkan dengan beberapa betina, sebaiknya 1 pejantan burung kenari di jodoh kan dengan 4 betina, sebab jika lebih dari 4 betina dikhawatirkan pejantannya akan menghasilkan sperma yang kurang bagus. Apabila sperma yang jelek membuahi telur apabila telur yang dierami si induk betina itu menetas maka anak yang menetas bisa menghasilkan anak yang mempunyai mutu dan kualitas yang kurang baik, atau bahkan telur tersebut akan gagal menetas. 
  3. Setelah memilih indukan dan membeli sepasang burung kenari usia dewasa yang sudah memasuki kriteria siap ternak maka proses selanjutnya adalah penjodohan. Proses penjodohan biasanya kenari jantan dan betina di tempatkan pada kandang yang berbeda, dan kemudian kedua kandang kenari tersebut diletakan saling berdekatan atau menempel. Dalam kasus ini biasanya peternak pemula seperti halnya saya pada waktu dulu tidak sabar sewaktu menjodohkan dan langsung memasukan jantan dan betina kedalam satu kandang. Jika Kenari tersebut belum tertarik, akibatnya kedua Kenari bisa saling serang. Jika kita menggunakan kandang terpisah maka kita akan mengetahui kapan waktunya untuk dijadikan satu kandang kedua burung Kenari tersebut.
  4. Proses selanjutnya setelah proses A sampai C adalah menyatukan kedua burung kenari tersebut dalam 1 kandang. Ciri bahwa kedua burung Kenari siap diadikan satu dalam satu kandang adalah, pada saat burung kenari jantan berdekatan dengan burung kenari betina maka burung Kenari jantan tersebut akan mengejar dan menabrak kandang dengan kicauan keras, dan perhatikan pula betinanya, tanda jika burung tersebut siap disatukan maka siburung kenari betina akan menggerakan sayapnya dan merendahkan bagian depan tubuhnya sebagai pertanda bahwa si betina sudah minta kawin.

No comments

Powered by Blogger.