Berbagai Jenis Ayam Pegar atau Pheasant 1




Ayam Pegar / Pheasant Halaman 1

Ayam pheasant bagi sebagian orang mungkin masih terasa asing. Tapi bagi para pecinta ayam hias, Ayam pheasant merupakan salah satu idola yang mungkin sudah menjadi salah satu koleksi dirumahnya. Ayam pheasant adalah ayam hias (dari kelompok burung famili Phasianidae ordo Galliformes) yang berasal dari wilayah otonom Tibet di daratan Cina . Sehingga ayam pheasant juga dikenal dengan nama ayam Tibet, ayam kuau, atau ayam pegar. Jika dilihat secara fisik, ayam pheasant memang memiliki bulu yang indah dengan bentuk tubuh layaknya seekor burung. Tidak mengherankan kalau sebagian orang mengkategorikan ayam ini sebagai burung. 

Ayam Phaesant / Ayam Pegar / Burung Pegar adalah nama umum dari ayam pheasant yang umumnya memakan biji-bijian dan beberapa spesiesnya memakan serangga. Jenis ayam yang satu ini memiliki sifat dimorfisme seksual yang kuat, warna spescies jantan lebih kaya warna yang cerah serta memiliki ekor yang lebih besar dan panjang dari betina. Dalam proses perkembang biakkannya, ayam pheasant jantan tidak memliki peran dalam membesarkan Burung pegar muda. Sehingga ayam pheasant betinalah yang merawat anak-anaknya.

Ayam pheasant memiliki banyak spesies. Spesies ayam ini mulai dikenal di seluruh dunia baik secara sadar maupun tidak sadar memasukkan suatu ayam pheasant ini ke dalam satu habitat yang sangat baru, entah suhunya, iklimnya, dan lain lain. Masuknya berbagai jenis ayam pheasant dilakukan baik secara legal maupun ilegal melalui alat transportasi seperti laut, udara, maupun darat, baik antar negara, kota, propinsi, maupun pulau, karena akibat adanya hobi atau kegemaran beberapa orang untuk membawa jenis-jenis baru, ataupun sengaja dibiakkan karena alasan praktis seperti kepentingan ekonomi, hobi, penanganan hama penyakit, dan lain-lain.

Menurutku phaesant yang sekarang banyak yang abal abal buanyak sekali jenisnya.... hingga tak terdeteksi jumlahnya, mengapa demikian? Dikarenakan banyaknya perkawinan silang berbagai jenis ayam phaesant. Perkawinan silang ini sebenarnya ada untung ruginya, kenapa? Dikarenakan burung phaesant yang asli (belum di silangkan) mungkin akan punah, dan digantikan dengan spesies spesies yang baru.


Pegar Darah atau Blood Pheasant (genus Ithaginis Cruentus)
Blood Pheasant atau jika diartikan dalam bahasa indonesia yang berarti Pheasant Darah atau Pegar Darah ( Ithaginis cruentus ) adalah satu – satunya spesies dari genus Ithaginis dalam keluarga burung pheasant atau pegar. Pheasant yang berekor pendek ini mempunyai tubuh yang relatif kecil. Blood phaesant ini tersebar luas di daerah di Himalaya timur, berkisar di India ,Nepal , Bhutan dan China.

Ayam Paesant darah atau Blood pheasant ini mempunyai ukuran tubuh yang kecil, tubuhnya yang pendek dan bulat, panjangnya hanya sekitar 43 cm dan warna bulu di dominasi oleh warna hitam, mempunyai bulu halus antara paruh dan mata., dan hanya sebagian kecil saja yang mempunyai warna pada bulunya yang berwarna. Warna bulu atas adalah warna abu gelap, dan mempunyai warna putih pada setiap helai bulunya, pada sayapnya di lapisi warna hijau, dengan goresan putih yang lebar sepanjang bulu masing-masing, bulu-bulu dagu dalam-dalam; Di dada, bulu perut dan sisi berbentuk seperti dada wanita, panjangnya bulunya berbeda – beda. Pada ujung bulu berwarna hijau dengan dan warna bulu di pinggirnya berwarna merah, secara umum seperti darah yang berserakan di payudara dan perut. Ekornya berjumlah dua belas, paruh berwarna putih, bulat, ujungnya keputih-putihan, ujungnya sangat merah.

Baik pada yam phaesant jantan maupun betinanya memiliki kaki yang berwarna merah dan lingkaran kulit yang berbeda yang biasanya berwarna merah tua, tapi berwarna oranye pada beberapa subspesies. 

Pada Ayam Pegar betina lebih seragam warnanya, yaitu warna coklat tua kusam dan sering dengan beberapa abu-abu sampai ke tengkuk. Meskipun beberapa subspesies yang telah dideskripsikan sangat berbeda, namun yang lainnya tidak, dan beberapa variasi akibat terjadi karena clinis. Akibatnya, jumlah subspesies yang valid diperdebatkan, dengan berbagai perbedaan dan perdebatan mengidentifikasi antara 11 sampai 15. Para ahli memperdebatkan khususnya dalam variasi warna bulu ayam phesant jantan, terutama pada jumlah warna merah atau hitam pada tenggorokan, dahi, leher, dada dan ekor, dan ada tidaknya warna gelap di sayapnya.


Pegar Koklass atau Koklass Pheasant (genus Pucrasia Macrolopha)
Koklass ( Pucrasia macrolopha ) adalah superspecies dari Galliform , yang mempunyai kerabatan dengan grouse progenitif yang hidup berada di Miosen . Ayam phaesant jenis ini adalah spesies ayam phaesant atau pegar yang mempunyai hubungan kekerabatan paling jauh bila dibanding dengan jenis ayam pegar lainnya. Koklass adalah satu - satunya spesies di genus Pucrasia. Kedua kata koklass dan pucrasia secara onomatopia berasal dari panggilan teritorial burung. Koklass adalah spesies adaptasi boreal yang terpisah menjadi tiga kelompok spesies yang berbeda. Ayam ini adalah salah satu dari sedikit galliform yang bisa terbang , dan ayam ini mampu terbang bermil – mil jauhnya. Ayam ini termasuk hewan monogami, maksudnya ialah ayam ini tidak akan mau kawin jika tidak dengan pasangannya. Akan tetapi pada ayam spesies ini berbeda dengan pejantannya yang sangat setia, pada ayam ini sang betina kadang kala melakukan poliandri, atau sang betina melakukan perkawinan dengan pejantan lain. Ayam ini membesarkan anaknya bersama sama. 

Koklass sebagian besar vegetarian, makanan mereka pada umumnya mengkonsumsi kacang pinus, tunas pinus, rebung dan biji. Ayam phaesant jenis ini tidak akan memakan serangga selama berbulan-bulan, kecuali pada bulan yang bertepatan pada saat membuat sarang dan pada saat membesarkan anaknya. 

Ayam ini hidup di hutan dataran tinggi dari Afghanistan sampai ke Nepal tengah, dan di timur laut Tibet sampai ke utara dan timur China . Bagian atas pheasant koklass jantan ini ditutupi dengan bulu abu-abu perak yang  melingkar di lehernya dengan warna lembut hitam di bagian tengah setiap bulu, dan memiliki keunikan dikepalanya yang memiliki jambul warna hitam, dada berwarna coklat kemerahan dan bercak putih menonjol di sisi leher. Betina berbeda dengan pejantan, di bagian atas ayam ini ditutupi dengan bulu coklat pucat. Pejantan dan betina  sama sama memiliki ekor memanjang, dengan warna bulu yang  berbeda antara jantan dengan betina. Pada ayam jantan mempunyai berat sekitar antara 1135-1415gram, sedangkan betina, sekitar 1025-1135gram, panjang tubuh pada jantan dan betinanya pun berbeda, untuk pejantan panjangnya antara 58-64 cm sedangkan untuk betina mempunyai panjang sekitar  18-22 cm.


Pegar Kalij Jambul Putih atauWhite Crested Kalij Pheasant (Lophura Leucomelanos Hamiltoni)
Ayam Phaesant white crested kalij, atau jika di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia yaitu Pheasant Jambul Putih (Lophura leucomelanos hamiltonii). Ayam ini adalah salah satu sub spesies dari Kalij Pheasant (Lophura leucomelanos), subspesies Lophura leucomelanos. Ayam ini hidup di Himalaya bagian barat yaitu di bagian utara India , juga beberapa wilayah di Nepal barat dan barat laut Pakistan yaitu di provinsi Afghania.


Pegar Kalij Nepal atau Nepal Kalij Pheasant (Lophura Leucomelanos Leucomelanos)
Ayam Pegar Kalij Nepal ( Lophura leucomelanos ) adalah seekor burung pegar yang ditemukan di hutan dan semak belukar, terutama di kaki bukit Himalaya , dari Pakistan sampai barat Thailand. Ayam berkelamin Jantan  variasinya sangat banyak, tergantung pada subspesiesnya, namun semuanya memiliki bulu berwarna hitam kebiruan yang sedikit berkilauan, sementara untuk ayam berkelamin betina hampir keseluruhan berwarna coklat. Ayam Pheasant baik pejantan maupun betinanya memiliki muka berwarna merah dan kaki berwarna abu - abu (ciri ciri tersebut yang membedakan dari ayam pegar atau ayam pheasant perak berkaki merah). 


Pegar Kalij Punggung Hitam atau Black Backed Kalij Pheasant (Lophura Leucomelanos Melanota)
Ayam Pheasant ini untuk pejantan memiliki panjang total 63 sampai 74 cm (25 sampai 29 inci) dan betina 50 sampai 60 sentimeter (20 sampai 24 inci). Ayam Pheasant ini dapat ditemukan di bagian bhutan barat yaitu Himalaya bagian barat. Pada ayam pejantan bulu berwarna hitam kebiru - biruan mengkilap. Sedangkan untuk betina bulu berwarna coklat pucat, dengan corak bulu seperti sisik.

Kembali ke Awal                                    Kembali ke Unggas                Selanjutnya Ayam Pegar  Halaman 2

No comments

Powered by Blogger.