Meraup untung dari cupang

Meraup Untung Dari "Cupang"



Budidaya ikan ini sangat sederhana dan gampang-gampang susah. Secara garis besar, kita harus mengetahui media budidaya, pemilihan induk, proses pemijahan, perawatan benih, pembesaran, hama penyakit dan pemasaran.

Media Budidaya Cupang
Media yang digunakan untuk budidaya cupang terdiri dari media pembesaran dan media pemijahan. Media pembesaran biasanya menggunakan bak/kolam semen, plastik/terpal, aquarium atau alternatif lain. Sedangkan untuk pemijahan dapat digunakan baskom, toples, aquarium kecil, paso, ember plastik, kaleng bekas cat plastik 5 kg, tetapi menurut saya diantara semua yang paling bagus adalah box styrofoam yang kesemua wadah ini mempunyai diameter ± 20 cm.

Memilih Indukan
Untuk pemijahan, diperlukan indukan ikan jantan dan betina. Jenis kelamin cupang dapat dibedakan dari sirip-sirip dan Teras rumahpun bisa dijadikan tempat budidaya cupang warna badan. Cupang jantan memiliki jari-jari sirip anal, punggung dan ekor yang tumbuh sempurna lebih panjang dibandingkan selaput yang menutupinya. Cupang betina tidak memiliki penonjolan dari jari-jari siripnya. Cupang jantan dewasa memiliki lebih banyak bintik-bintik hitam di punggung. Ikan yang dipilih untuk indukan berumur 6-7 bulan ukuran minimal 5 cm. Syarat indukan yang baik adalah: sehat, proporsional, tipe sirip tebal secara keseluruhan, serta berasal dari  keturunan yang bagus.

Cara Pemijahan
- siapkan wadah pemijahan yang telah dicuci dan dikeringkan
- Barang-barang yang dapat dipergunakan untuk budidaya cupang isi air ke dalam wadah pemijahan setinggi 10 – 15 cm 
- masukan induk jantan ke dalam wadah
- biarkan indukan betina dalam botol dan masukan di tengah-tengah wadah yang sudah
dimasukan induk jantan dengan tujuan agar birahi dan membuat buih/busa/sarang
- jaga ikan agar jangan sampai lapar dan beri makan secukupnya 
- kontrol ikan apakah sudah bertelur atau belum. Biasanya esok paginya telah melakukan pemijahan (kawin). Setelah bertelur dan proses pemijahan telah selesai, induk betina diangkat dan yang ditinggalkan induk jantannya saja karena induk jantan inilah yang akan merawat anakannya
- beri makan induk jantan secukupnya
- telur akan menetas ± 24 jam 
- anakan yang telah menetas masih menyimpan makanan berupa kuning telur (yolk sack) sampai umur 5-7 hari sehingga sampai umur ini masih belum perlu diberi makan 
- pada umur ini (seminggu) anakan berupa burayak agar dipindahkan ke tempat yang lebih besar ke dalam kolam/aquarium ataupun wadah lain yang kita miliki
- cara memindahkannya harus secara hati-hati dengan menuangkannya secara pelan-pelan dan
indukan jantannya diikutkan 

Perawatan Benih
Untuk pembesaran burayak/anakan, terlebih dahulu disiapkan medianya, yaitu air yang sudah diendapkan cukup lama dan diberi larutan blitz ich atau meteline blue untuk membunuh jamur/bakteri. Setelah dipindahkan, burayak mulai diberi makan. Umur 7-10 hari adalah masa yang paling rawan, karena pada masa itu cupang mulai berlatih menerima makanan luar. Makanan yang biasanya diberikan adalah kuning telur ayam yang telah dimasak dan dihancurkan, kutu air yang disaring, infusoria ataupun artemia, tergantung dari ketersediaan makanan yang dimiliki. Pemberian makanan dilakukan sehari sekali secukupnya.

Pembesaran
Budidaya cupang tidak memakan waktu lama, biasanya ikan umur dua bulan sudah bisa dipasarkan. Pada proses pembesaran, dilakukan pemberian makanan secara teratur, mengawasi kualitas air, dan melakukan pendederan. Anakan cupang yang berumur dua minggu diberi makan kutu air hidup. Biasanya makanan diberikan pagi dan sore hari. Setelah umur satu bulan, dapat diberikan jentik nyamuk halus (cuk).Makanan yang mati (sisa) sebaiknya disipon/dibersihkan dengan menggunakan selang agar air tetap bersih dari kotoran. Sebaiknya penyiponan dilakukan paling lama seminggu sekali, idealnya adalah 3 hari sekali dengan menyisakan air ¼ bagiannya. Penggantian air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan. Semakin sering diganti maka pertumbuhan ikan semakin cepat. Bila ikan cupang sudah kelihatan besar dan cukup padat, maka perlu dilakukan pendederan ke wadah yang lain yang lebih besar. Umumnya pada umur dua bulan cupang sudah bisa disortir, terutama yang jantan sudah bisa dimasukkan ke dalam botol/aquarium soliter untuk dilakukan pemeliharaan lebih lanjut. Cara memelihara ikan berkualitas akan diuraikan pada edisi selanjutnya.

Hama Penyakit
Seperti pada jenis ikan lainnya, budidaya cupang pun memiliki kendala hama dan penyakit, walaupun jarang sekali para pembudidaya menemukan cupangnya terkena penyakit.  Hama yang perlu ditanggulangi adalah ular, burung dan yang paling penting adalah manusia. Untuk mengatasinya adalah dengan membuat pagar dan memberikan penutup pada kolam. Sedangkan penyakit yang sering menyerang cupang adalah bintik putih/velpet yang menempel di bawah selaput lendir. Untuk mengatasinya gunakan air yang dicampur meteline blue. Ikan sakit direndam selama sehari semalam dan diberi aerasi. Sebenarnya penyakit biasanya berasal dari makanan. Oleh karena itu makanan harus dicuci sebelum diberikan. Selain itu, pemberian makanan yang berlebihan dapat menimbulkan sisa dan kotoran. 

Pemasaran
Cupang dapat dipasarakan pada umur berapa saja tergantung kebutuhan para pembudidayanya baik untuk lokal maupun ekspor, sehingga harga yang didapatkan pun bervariasi. Semakin terawat dan bagus maka harganya pun semakin tinggi. 
Pembeli ada yang datang langsung ke pembudidaya, atau pembudidaya dapat menawarkan ke agen-agen (supplier). Beruntung, di Kota Tangerang sudah terbentuk sistem plasma. Sehingga para pembudidaya sudah tidak pusing lagi memasarkan cupang karena sudah ada yang menampung dan memasarkan. 

Untuk mengangkat harga cupang, cara yang dilakukan adalah dengan sering mengadakan kontes dan pameran. Prediksi tahun depan (2008) permintaan jenis cupang hias akan semakin meningkat karena pada tahun 2007 telah sering diadakan kontes baik di dalam ataupun luar negeri. Dengan demikian peluang untuk budidaya cupang tetap bagus dan cerah. Tinggal bagaimana anda, apakah ingin mencoba budidaya cupang yang cukup mudah dan menjanjikan ini? Silahkan mencoba dan jangan takut gagal !!


Sumber : dkp-banten.go.id oleh S.Huda* - Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten

No comments

Powered by Blogger.