Ragam Jenis Cupang
RAGAM JENIS CUPANG HYBID
Ikan cupang dikenal dengan nama Betta Fish. Sebelum memulai bisnis, hendaknya anda harus mengetahui dulu jenis ragam jenis ikan cupang. Ragam ikan cupang tersebut antara lain:
Cupang ini mempunyai sirip dan ekor yang lebar dan simetris. Cupang ini pertama kali dibudayakan dan dikenalkan oleh warga negara Amerika Serikat yang bernama Peter Goettner pada tahun 1982
2. Crowntail (ekor mahkota) atau serit
Cupang ini pertama kali di budidayakan dan dikenalkan oleh warga negara Indonesia yang tinggal di Jakarta Utara, pada tahun 1997 yang bernama A.Yusuf. Tapi adapula yang mengatakan dibudidayakan pertama kali oleh Muhammad Yamin dari Jakarta Barat. Cupang ini mempunyai ciri ciri sirip dan ekornya menyerupai sisir (serit) sehingga dinamakan cupang Serit.
3. Plakat
Cupang ini berasal dari dari negara Gajah Putih "Thailand". Cupang ini mempunyai ciri Sirip yang pendek. Pemberian Nama Plakat sebenarnya digunakan untuk membedakan cupang ekor pendek pada waktu kontes. Arti plakat dirujuk dari bahasa thailand, yang berarti ikan cupang aduan.
4. Double Tail (ekor ganda)
Cupang double tail pertama kali berasal dari India. Cupang double tail ini disebut juga cupang cagak. Cupang double tail sampai saat ini masih jarang di ikutkan dalam kontes, sebab cupang double tail dalam membudidayakannya sulit sekali untuk mendapatkan cupang double tail yang sempurna
5. Giant
Ikan cupang giant merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai ukuran paling besar diantara jenis ikan cupang lainnya. Panjang ikan cupang ini bisa mencapai lebih dari 11 cm. Akan tetapi, karena tubuhnya yang berukuran jumbo inilah menyebabkan ikan cupang giant tidak bisa seaktif ikan cupang yang memiliki ukuran tubuh normal. Meskipun ikan cupang giant ini kurang aktif, ikan cupang giant masih terlihat garang sebagaimana ikan cupang lainnya. Ketika melihat musuhnya, insang ikan terbuka dengan gerakan yang selalu ingin menyerang. Siripnya bergerak naik seakan-akan ingin menunjukkan kemarahannya.
Ikan cupang giant pertama kali dikembangbiakkan oleh Mr. Athapon (Uncle Sala) dan putranya Mr. Natee. Kedua breeder tersebut berasal dari Thailand dan pemiliki dari Diamond Fish Farm. Keduanya mulai mengembangbiakkan ikan cupang giant pada tahun 1999. Awalnya, breeder ini memiliki ikan cupang plakat jantan dengan panjang 10 cm. Kemudian breeder ini memiliki ide untuk mengawinkan ikan cupang plakat tersebut dengan ikan cupang yang memiliki ukuran yang hampir sama dengan ikan cupang plakat yang dimilikinya. Tujuan perkawinan silang ikan cupang tersebut adalah untuk mendapatkan ikan cupang yang memiliki ukuran lebih besar dari ikan cupang lainnya.
Keduanya terus mencoba untuk mengawin silangkan kedua ikan cupang tersebut untuk mendapatkan hasil yang diinginkannya. Usaha kedua breeder tersebut memperoleh hasil positif. Ukuran dan bentuk ikan cupang yang dikehendakinya bisa tercapai. Kemudian ikan cupang ini diberi nama iakn cupang giant betta. Pada tahun 2001, Uncle Sala mulai memasarkan ikan cupang giant ini. Setahun kemudian, iakn cupang giant diikutsertakan dalam kontes internasional yang bernama IBC di Amerika Serikat. Pada saat itu, ikan cupang giant ini dibandrol $1000. Pada awal kemunculannya, ikan cupang giant bisa mencapai ukuran 7,5 cm membutuhkan waktu 8-9 bulan. Namun, saat ini untuk mencapai ukuran yang sama, kita hanya membutuhkan waktu 5 bulan saja.
6. Big Ear
Cupang big ear ini belum diketahui pasti asal mulanya, akan tetapi ada mengatakan berasal dari asia tenggara, namun banyak juga yang mengatakan berasal dari Thailand. Bentuk sirip pada big ear sebenarnya hampir sama dengan big ear dumbo, akan tetapi jika melihat ke eksotisannya, sebenarnya big ear masih kalah dengan big ear dumbo.
7. Big Ear Dumbo
Cupang Big Ear Dumbo mempunyai keunikan tersendiri, yaitu letak pada ukuran sirip dada yang tidak lazim di jumpai pada jenis cupang hias maupun cupang alam pada umumnya. Konon, Big Ears Betta Fish ini merupakan inovasi dari Mr. Theerasak Supinpong atau Ah Pak Nam, peternak cupang hias gaek asal Thailand.
Theerasak Supinpong dikenal juga sebagai inventor warna ‘lavender’ pada cupang. Bersamaan dengan pengembangan warna ‘lavender’ tersebut Mr. Supinpong juga menghasilkan Cupang Dumbo tersebut, pada tahu 2008. Pada mulanya, Cupang bersirip dada super lebar tersebut tidak populer/kurang disukai karena tampilannya yang terasa aneh. Namun saat ini justru sebaliknya, para hobiis di luar Thailand justru rela mendatangkan si Big Ears Betta Fish/Cupang Dumbo ini langsung dari negeri asalnya.
8. Dragon
Menurut Pichet (tim peternak Interfish – Thailand), yang pertama diciptakan dengan menggunakan plakat SUPER merah (SUPER RED), plakat red cooper dan Betta sp. Mahachai.
Dengan beberapa kesulitan, Betta Mahachai liar dari alam itu dikawin silang dengan plakat red coopper dengan maksud melestarikan Betta sp. Mahachai dengan ciri-ciri pada keturunannya. Kemudian laki-laki muda dari bibit ini disilangkan kembali dengan plakat perempuan super red. Langkah ketiga adalah seorang ibu dengan anak di silang balik: betina super red telah menyeberang ke salah satu anaknya di sebuah metode yang biasa disebut sebagai ‘garis keturunan’.
Meskipun bentuk tubuh dan finnage tidak terlalu baik dan bahkan beberapa dari mereka menunjukkan malformasi dalam tubuh, namun warnanya sudah didapatkan dan pasangan cupang dragon pertama lahir! Dragon pertama yang dikembangkan oleh Mr Tea. “Red dragon V1” pertama kali disampaikan kepada publik Thailand di edisi Desember 2004, majalah bernama “Fancy Fish” oleh tim peternak Interfish
Pada saat itu Mr. Somchat masih merasa kurang puas, warna pada tubuhnya belum tertutup sempurna (full mask). Sehingga mereka mengembangkannya lagi ke versi V2 di tahun 2005. Versi V2 ini akhirnya di perkenalkan di Aquarama oleh tim peternak Interfish. Mereka tidak membawa hadiah apapun, karena ikan hasil perkawinan silang itu tidak memenagkan satu trophypun. Namun pada akhirnya banyak yang terkesan dengan si cupang dragon itu.
Beberapa kali percobaan menemui trial dan error dalam mengawin silangkan antara kedua jenis ikan berbeda itu. Yang paling sulit ialah keturunan F1 dari betta mahachai X
9. Koi
Cupang koi untuk saat ini belum diketahui asal usulnya dari mana. Akan tetapi sudah dipastikan bahwa cupang koi ini yang mengenalkan adalah Tailand, sedangkan Indonesia sudah dikenal semenjak tahun 2012. Seperti halnya ikan koi, ikan ini mempunyai corak seperti kan koi yang berasal dari Jepang
10. Fancy
Cupang fancy, awalnya dibudidayakan dan dikembangkan di Thailand. Cupang ini sebenarnya mempunyai corak warna paling banyak, minimal ada 3 warna. Cupang Fancy adalah sebutan untuk ikan cupang yang mempunyai berwarna warni yang mengacu kepada warna marble (belang belang).










Leave a Comment