Alasan Berternak Burung Kenari
Alasan Berternak Burung Kenari
Sebelum beternak, anda harus mempunyai alasan. Dengan adanya alasan inilah seseorang akan termotivasi untuk menghasilkan pundi pundi keuangan atau kepuasan yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh penulis. Berbagai macam alasan beternak burung kenari menurut penulis diantaranya sebagai berikut, seperti:
- Uji coba untuk mendapatkan hasil. Penulis tidak akan memungkiri, seseorang breeder sebelum terjun biasanya akan melakukan uji coba untuk melakukan analisa, yaitu seperti menganalisa kemudahan dalam membudidayakan, keberhasilan dalam penetasan, maupun keuntungan jika berternak burung kenari.
- Pekerjaan sampingan. Penulis yakin, pasti ada seseorang yang melakukan breeding karena sebagai tambahan, bagaimanapun juga sebagian besar pasti ingin memenuhi kebutuhannya dengan segala cara (yang penting halal bro...).
- Pekerjaan pokok. Disamping ada yang cuman sebagai tambahan penghasilan, pasti ada yang benar benar dijadikan sebagai pekerjaan pokok. Dikarenakan sulitnya mencari pekerjaan, dan mempunyai tangan dingin atau ketrampilan sebagai peternak, baik ketrampilan yang berasal dari otodidak maupun belajar, entah dari sekolah atau kampus, teman, maupun dari keluarga. Di tangan orang orang inilah biasanya akan tercipta lapangan pekerjaan, baik untuk sebagai pekerja, ataupun sebagai marketing.
- Uji coba analisa hasil ternak. Bisa dipastikan breeder ini biasanya akan mencari mutu dan kualitas burung yang paling bagus, entah anakannya untuk dijual atau hanya untuk pribadi sendiri untuk menghasilkan calon calon jawara untuk memenangkan kontes burung kenari. Tetapi penulis yakin, bahwa para breeder yang mempunyai alasan hanya untuk uji coba analisa hasil ternak ini biasanya akan melahirkan kenari varian varian baru.
- Uji coba hybrid. Ada alasan bagi breeder yang ingin menguji coba untuk menyilangkan jenis genus serinus dengan burung genus lain, yaitu untuk mendapatkan jenis varian yang unik. Akan tetapi menjodohkan genus lain akan sulit sekali, tidak seperti yang dibayangkan oleh breeder pemula, breeder yang sudah profesional pun akan mengalami kesulitan, dan hasil anakannya setelah dewasa kebanyakan mandul, karena gen induk beda genus biasanya beda kromoso. Contoh, burung kenari di silang dengan burung gereja/ manyar/ bahkan burung pipit dan sejenisnya (finch).
Nah diantara alasan alasan diatas, mana alasan anda? Atau punya alasan yang lain....
Leave a Comment