Apakah Harga Burung Kenari Bisa Naik?

Apakah Harga Burung Kenari Bisa Naik?


Menurut penulis, harga burung kenari bisa naik, tapi harus dengan syarat syarat yang mungkin mustahil, tapi bagi para breeder sejati tidak ada yang namanya mustahil atau bahasa kerennya Mission Imposible, karena kejam atau cruel cruel, kenapa cruel, silahkan baca terlebih dahulu, berikut ini adalah langkahnya
Tidak Terpengaruh, maksudnya ialah tidak seperti breeder coba coba. Kenapa koq nggak seperti breeder coba coba? Yaiyalah... kalau breeder coba coba itu cuman ikut ikutan berternak. Tujuan peternak coba coba yaitu hanya meraup untung, jadi mutu dan kualitas di nomer duakan. Selain itu yang namanya breeder coba coba hanya mengikuti trend saja, jadi jika sekarang tidak trend, maka di tinggalkan oleh para breeder coba – coba. Makanya bagi breeder sejati jangan terpengaruh oleh breeder coba – coba, “MAJU TERUS PANTANG MUNDUR” .
  1. Mengimpor  varian genus serinus yang belum ada di Indonesia. Untuk langkah ini sebenarnya sudah dilakukan oleh para importir, tetapi hasilnya kurang greget, penyebab kurang gregetnya dikarenakan momennya aja yang kurang pas. Varian genus serinus yang sudah beredar di Indonesia seperti mozambik, elder senger, dan blackthroat. Dan sudah banyak yang menyilangkan dengan kenari. Akan tetapi bagi penulis momennya kurang pas, di saat harga kenari hampir turun dikarenakan banyaknya breeder coba coba inilah yang akhirnya untuk menaikan pamor burung kenari kesusahan, akibatnya malah gatot alias gagal total.
  2. Menciptakan varian – varian yang baru bermutu dan berkualitas. Nah bagi bagi breeder sejati pasti akan mencoba dan mencoba untuk mendaptkan jenis kenari yang baru yang tentu saja yang bermutu dan berkualitas, tapi ini menjadi sulit, inilah tantangan bagi breeder sejati. Bisa saja burung kenari di jodohkan dengan jenis spesies yang lain. Sebenarnya burung kenari bisa di jodohkan dengan burung yang sama sama mempunyai genus serinus. Tapi penulis pernah membaca bahwa ada seorang yang berhasil menjodohkan burung kenari dengan burung dengan genus lain, seperti burung gereja, burung manyar dan bahkan ada yang lebih ekstrim, yaitu dengan burung sejenis burung pipit. Penulis sendiri sih belum tau bisa atau tidaknya. Jika bisa tentu saja setelah besar indukan akan fertil. Contoh yang mudah saja ayam hutan dengan ayam kampung, burung lovebird klep dengan non klep. Bisa di pastikan setelah menjadi indukan telur yang dihasilkan atau telur yang telah dibuahi 90% tidak akan menetas, karena induk tersebut mandul.  Nah dengan menganwinkan dengan burung yang sama sama dari genus serinus ini maka akan anakan setelah menjadi induk bisa terus berkembang biak.
  3. Menciptakan varian baru yang tahan akan penyakit dan gigitan nyamuk. Menurut penulis, banyak para penghobi pemula malas dengan menutup sangkar burung dengan kerodong, karena itulah yang pada akhirnya burung kenari oleh si empunya yang malas menutup kerodong terkena gigitan nyamuk, maka burung kenari akan terjangkit penyakit. Jangan menyepelekan penghobi pemula, sebab dengan adanya penghobi pemula inilah yang akhirnya dunia perburungan mengalami peminat yang banyak. 
  4. Berdiam sejenak, maksudnya adalah biarkan saja berdiam dulu, jangan mengeluarkan amunisi terlebih dahulu, bagaimanapun untuk sekarang masih sulit bersaing dengan burung yang masih sedang trendi, contohnya memasarkan burung kenari saat burung lovebird sedang naik daun, maka peminat akan burung kenari pasti masih kurang, bahkan mungkin tidak pembelinya sama sekali, akan tetapi penulis yakin 100% jika sewaktu saat lovebird pun harganya bisa turun drastis, seperti halnya burung kenari. Kenapa...? Karena burung lovebird akan jatuh karena sebab yang sama seperti halnya burung kenari. Mudah diternak dan serangan burung impor menggempur habis habisan, sehingga anakan burung lovebird breeder lokal ditinggalkan oleh peminatnya dan para peminat ini akan menjatuhkan hatinya ke burung lovebird impor, dengan alasan klasik yaitu mencari mutu dan kualitas. Nah dengan berdiam inilah menunggu moment waktu yang tepat dengan serangan serangan burung kenari yang bermutu dan berkualitas. Tapi jangan terlalu banyak, lebih baik perlahan lahan, sedikit demi sedikit sehingga peminat terhadap burung kenari meningkat, dan harga selalu naik.
  5. Sering mengadakan kontes burung kenari. Nah ini dia.... Dengan sering mengadakan kontes kenari baik tingkat nasional, propinsi, daerah, syukur - syukur sampai tingkat desa. Dengan adanya  kontes kontes seperti inilah yang bisa mendongkrak minat para penikmat suara burung. Karena dengan adanya kontes burung kenari yang kemudian diliput baik di medsos maupun televisi maka burung kenari bisa mengibarkan bendera kejayaannya kembali. Bagi penulis merasa yakin dan optimis, karena (maaf) budaya Indonesia yang latah. Apa yang dimaksud dengan latah, latah menurut definisi penulis yaitu cuma ikut ikutan yang sedang trendi atau viral. Nah karena kebiasaan inilah yang sering dimanfaatkan seorang pebisnis. (maaf jika tulisan saya sebagai penulis kurang berkenan, karena penulis hanya mengungkapkan apa yang ada di pikiran penulis, dan penulis bukan bermaksud melecehkan siapapun). 
  6. Jangan sampai burung kenari betina beredar dipasaran. Nah inilah poin yang paling penting dari semua langkah langkah yang tadi disampaikan oleh penulis, karena jika burung kenari betina beredar dipasaran maka akan menyebabkan banyak breeder kenari coba coba yang berlomba lomba mencari untung dari usaha beternak burung kenari, sehingga harga kenari kembali menjadi turun. Kenapa berbahaya? Itu pasti, sebab jika banyak breeder, maka akan terjadi persaingan yang kurang sehat, dengan alasan stock banyak, tetapi peminat sedikit, yang pada akhirnya burung kenari tersebut dijual murah. Antisipasi agar tidak ada burung betina beredar yaitu dengan cara pemusnahan calon calon induk yang tidak terpakai, hanya indukan yang terbaik dan calon untuk pembibitan untuk dibreeder ulang. Nah inilah yang menjadikan kita seperti orang kejam, atau cruel cruel itu. Maaf, mungkin bagi penyayang binatang kejam jika si betina ini dimusnahkan, akan tetapi ini jalur bisnis memang kadang terasa kejam, dan mohon maaf sebesar besarnya jika hal seperti ini saya ungkap di blog ini. Tapi pembelaan saya sebagai penulis blog ini, bagi penulis hanya mengungkapkan pemikiran pemikiran pribadi yang memang hanya untuk bisnis semata, tidak ada maksud tertentu. Makanya di awal saya sebagai penulis bilang bahwa ini adalah mision imposible bagi breeder, kecuali breeder sejati. Sebenarnya ada solusi agar menurut sudut pandang bagi penyayang binatang  tidak kejam yaitu dengan tubektomi. Tapi maaf bagi penyayang binatang, tubektomi kepada burung kelihatannya untuk jaman sekarang masih belum ada, dan jika ada maka bagi breeder akan membutuhkan biaya yang sangat sangat mahal.

Nah itulah menurut pandangan penulis langkah langkah yang harus dilakukan para breeder. Jika ini dilakukan oleh semua breeder dan kemudian di organisir, maka harga burung kenari akan tetap pada jalurnya. Sehingga harga burung kenari dipasaran akan normal, dan akan mengibarkan kembali bendera kejayaannya. Penutup, jika ada tulisan tulisan yang tidak berkenan, mohon maaf, ambil yang baik baik, dan buang jauh jauh yang jelek. Penulis juga cuma seorang biasa, yang mempunyai kesalahan dan kekhilafan. 

No comments

Powered by Blogger.